Proses Evakuasi Pasca-Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur
Proses evakuasi besar-besaran tengah berlangsung di Stasiun Bekasi Timur menyusul tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Bekasi-Jakarta

Proses evakuasi besar-besaran tengah berlangsung di Stasiun Bekasi Timur menyusul tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Bekasi-Jakarta pada Senin (27/4/2026) malam.
Hingga pukul 22.39 WIB, petugas masih berupaya mengeluarkan korban dari dalam gerbong KRL yang mengalami kerusakan cukup parah.
Menurut laporan saksi mata di lapangan, sebanyak 35 unit ambulans telah dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melarikan para korban ke rumah sakit terdekat.
Meski jumlah pasti korban belum dirilis secara resmi, evakuasi difokuskan pada gerbong belakang yang menjadi titik utama benturan.
Menanggapi insiden ini, PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui Manager Humas DAOP 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan duka cita dan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh pengguna jasa kereta api.
"Kami menyampaikan permohonan maaf dan bela sungkawa yang sebesar-besarnya atas kejadian di Stasiun Bekasi Timur malam ini," ujar Franoto.
Pihak KAI memastikan bahwa prioritas utama saat ini adalah percepatan evakuasi korban dan pembersihan jalur agar operasional kereta dapat kembali normal.
Investigasi lebih lanjut mengenai penyebab pasti mengapa KA Argo Bromo Anggrek bisa menghantam KRL yang sedang berhenti juga akan segera dilakukan.

